Abadinews.net-Pematangsiantar, Pemilik Cafe Brew Brother Coffee yang berada di jalan tarutung kelurah toba kecamatan siantar selatan Kota pematangsiantar angkuh dan diduga melakukan penipuan terhadap Customernya melalui Barcode QRIS.
Pasalnya, Salah seorang pengunjung Cafe tersebut merasa kecewa karena pembayaran belanja yang dilakukan dengan transaksi QRIS di cafe tersebut disebut tidak masuk ke merchant. Padahal bukti transaksi mutasi telah berhasil dan ditunjukkan kepada pemilik cafe. Namun pemilik cafe Brew Brother tetap ngotot mengatakan tidak ada masuk.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 21 Juni 2025. Anehnya lagi, pemilik Brew Brother Cafe terkesan mengancam pengunjung. Sementara, pengunjung yang sudah merasa membayar mencoba meyakinkan pemilik cafe dengan mengirimkan foto tangkapan layar bukti mutasi dari rekeningnya yang telah berhasil dan saldo telah dipotong sesuai dengan nominal belanja yang harus dibayarkan. Namun pemilik cafe malah mengatakan “jangan main main ya,”.
Karena tidak merasa bersalah, kemudian pada hari Senin(23/6) pengunjung mencoba mendatangi bank BCA dan meminta di print Rekening koran, lalu ditunjukkan kepada pemilik cafe. Ironisnya, pemilik cafe tetap mengatakan bahwa transaksi itu tidak masuk ke merchant mereka.
Tak ingin berbelit dan disebut melakukan penipuan, beberapa hari kemudian pada hari rabu 24 Juni 2025 pengunjung cafe tersebut terpaksa melakukan pembayaran kembali dengan tranfer melalui Banking BCA.
Atas peristiwa itu, pengunjung merasa kecewa dengan pelayanan Brew Brother Cafe dan sempat berencana melaporkan dugaan penipuan. Tetapi berhubung karena akan pulang ke Kepulauan Riau, Ia mengurungkan niat untuk melaporkan hal itu kepada pihak berwajib. Namun Ia menghimbau agar berhati-hati jika ingin mengunjungi cafe Brew Brother itu.
“Jika tak ingin jadi korban seperti saya, jangan lakukan transaksi QRIS di cafe itu. Sebelumnya harap persiapkan uang tunai jika tak ingin direpotkan. Walaupun nilainya hanya ratusan ribu rupiah, namun sangat disayangkan pemilik cafe tersebut terkesan mengintimidasi. Dan kesalahan bukanlah sama kita, tetapi mungkin pada merchant mereka kan,” sebutnya.
Sementara, ketika dihubungi salah satu keluarga korban, pemilik cafe Brew Brother itu malah mengaku sedang diluar kota. Padahal pada Sabtu kemarin pemilik cafe Brew Brother mendesak agar dibayar ulang. Sehingga patut diduga dengan sengaja untuk melakukan penipuan.
Mirisnya lagi, Pihak Brew Brother Cafe terkesan memaksa customer untuk meminta bukti mutasi dari Bank dan permintaan itu telah dipenuhi. Padahal seharusnya, pihak pemilik Qris lah yang berupaya mempertanyakan hal itu kepada pihak bank kenapa dana tersebut tidak masuk sementara saldo customer sudah terpotong dan transaksi berhasil.
Untuk itu, “diminta kepada pihak Brew Broth Cafe agar lebih profesional dan tidak melakukan tindakan yang tidak masuk akal. Dan Diminta juga agar pemilik cafe untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pelanggan. Karena hal tersebut sudah menjatuhkan Marwah dan kehormatan customer yang terkesan dituding melakukan penipuan transaksi, ucap pelanggan.
Sementara, Pihak Cafe Brew Brother ketika dikonfirmasi, terkesan berkelit.
“Terkait hal itu, kamipun masih menyelesaikannya ke pihak bank,” jawabnya.
“Masih dicoba kejelasan dari pihak bank dan Qris,” tambahnya.
Namun Ketika ditanyakan kembali, berapa lama waktu menunggu kejelasan perihal itu.
Pihak Brew Brother cafe memberikan jawaban tunggu dikonfirmasi dulu kepihak bank.(team)
