Abadinews.net-Pematangsiantar , Dalam upaya memperkuat sinergi serta mempromosikan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pematangsiantar, Davy Bartian, melakukan audiensi dan koordinasi dengan Bank Rakyat Indonesia BO Pematangsiantar.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kalapas membawa serta dua produk unggulan hasil karya WBP, yakni miniatur becak BSA khas Siantar dan kain ulos. Miniatur becak BSA, yang menjadi ikon khas Kota Pematangsiantar, dibuat dengan detail presisi dan keahlian tinggi, mencerminkan keterampilan para WBP dalam bidang kerajinan tangan. Sementara itu, kain ulos yang turut diperkenalkan merupakan hasil tenunan tangan yang sarat dengan makna budaya, menggambarkan warisan tradisional yang terus dilestarikan di dalam Lapas.
Kalapas Davy Bartian menjelaskan bahwa promosi produk karya WBP ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Pematangsiantar. “Kami ingin menunjukkan bahwa para warga binaan memiliki potensi besar untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia perbankan seperti BRI, kami berharap hasil karya ini dapat lebih dikenal luas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menjalin kolaborasi lebih erat antara Lapas Pematangsiantar dan BRI, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan. Diharapkan, dengan adanya audiensi ini, akan terbuka peluang lebih besar bagi pemasaran produk kreatif hasil karya WBP serta dukungan bagi pembinaan di dalam Lapas.
Melalui langkah ini, Lapas Pematangsiantar terus berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mendorong kreativitas dan keterampilan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.













