Satres Narkoba Siantar Diduga Restui Peredaran Narkoba Dikendalikan R, TIM Hukum SNT Bakal Lapor Ke Mabes Polri Dan Ke Presiden RI

Abadinews.net-Pematangsiantar, Bebasnya Peredaran Narkoba jenis sabu-sabu di Pematangsiantar yang dikendalikan bandar besar R diduga telah mendapatkan restu dari Pihak satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar.

 

Dugaan itu muncul akibat keresahan masyarakat dengan peredaran Narkoba jenis sabu-sabu yang tak kunjung tersentuh aparat penegak hukum dalam hal ini Satres Narkoba Polres Pematangsiantar.

 

Bahkan, setelah sebelumnya viral warga Pulo Gumba mengamuk dan membakar gubuk gubuk tempat transaksi narkoba yang disebut dikendalikan oleh R tersebut tak juga membuat Satres Narkoba Polres Pematangsiantar untuk segera mengusut dan menangkap R yang disebut pengendali Peredaran Narkoba di lokasi itu.

 

Anehnya, tak lama setelah viral amukan warga yang membakar gubuk transaksi narkoba itu, polres Pematangsiantar baru bergerak dengan membuat posko bersinar di simpang gang Pulo Gumba itu.

 

Namun yang namanya para mafia, meski ditolak di gang Pulo Gumba, terduga bandar narkoba itu tidak kehabisan akal dan memindahkan lokasi pengedarannya ke wilayah Sibatu – batu dan Eks terminal sukadame Parluasan.

 

Ironisnya, meski demikian, Polres Pematangsiantar dalam hal ini satuan Reserse Narkoba terkesan menutup mata dan telinga soal keresahan masyarakat itu.

 

Seperti penuturan salah seorang sumber yang enggan namanya disebut mengatakan bahwa peredaran Narkoba di eks terminal sukadame masih terus berlangsung dan bahkan kian ramai setelah Pulo Gumba dijadikan kampung bersinar.

 

“Gak ada hentinya narkoba disini pak, malah makin ramai setelah Pulo Gumba itu viral dan tutup. Mereka pindah kemari dan sebagian katanya ke Sibatu batu sana,” sebut salah seorang pedagang di seputaran eks terminal sukadame, Jumat (16/01/2026).

 

Berdasarkan penelusuran Tim media, diperoleh informasi Peredaran Narkoba di eks terminal sukadame dan wilayah Sibatu batu merupakan pindahan dari Pulo Gumba dan tetap dikendalikan R.

 

“Dari Pulo Gumba pindah ke Sibatu batu dan Terminal Parluasan mereka pak,” Ucap salah seorang mantan anggota R.

 

Adapun nama-nama anggota lapangan sang bandar diantaranya, berinisial Samir di wilayah Pongker, Berinisial Rocky di wilayah Tengko, berinisial Aseng, Boby dan jurtul di wilayah Sibatu batu dan cakmen di wilayah kampung Kristen, serta di wilayah eks terminal sukadame disebut Berinisial Adi dan semuanya disebut dikendalikan R.

 

Warga lainnya mengaku sudah bosan melihat cara kerja pihak kepolisian Polres Pematangsiantar.

 

“Capek kita Lapor lapor pak, karena Sudah Percuma Lapor Polisi,” ucapnya lirih.

 

Menyikapi hal itu, Tim hukum SNT berencana akan melayangkan laporan ke Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri agar secepatnya dilakukan tindakan tegas.

 

 

Sementara, Kasatreskoba Polres Pematangsiantar yang kerap dikonfirmasi selalu mengatakan akan di tindak tegas.

“Terimakasih Infonya,akan kami Lidik dan tindak tegas,” jawabnya saat dikonfirmasi diwaktu terpisah.

namun sampai saat ini belum diketahui hasil penyelidikan itu.(Team)

Cari data sendiri, Keong !!!.