WBP Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta Diduga Jadi “Big Boss” Sabu, & Big bos Lodes Tanpa Ada Tindakan Dari Petugas, Ada Apa Dengan KPLP Selaku Kepala Pengamanan Lapas ? 

Abadinews.net-Medan , Dugaan praktik peredaran narkoba jenis sabu dan praktik dugaan penipuan online (lodes) di dalam Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta kembali mencuat ke publik. Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diduga disebut-sebut berperan sebagai pengendali utama jaringan peredaran sabu dari dalam lapas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas ilegal tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan melibatkan jaringan terorganisir. Peredaran narkoba bahkan disebut berjalan relatif lancar tanpa hambatan berarti.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dugaan pengendalian peredaran sabu dilakukan secara sistematis dari dalam lapas. Barang terlarang itu diduga masuk melalui berbagai celah, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum tertentu.

“Peredarannya seperti sudah terstruktur. Ada yang mengatur dari dalam,” ujar sumber tersebut, Minggu (03/05).
Sumber itu juga menyebut, sosok yang diduga sebagai pengendali Big bos sabu berinisial T, penghuni kamar G5 Blok 7T. Sementara itu, praktik penipuan online atau scamming yang dikenal dengan istilah “lodes” disebut dikendalikan oleh WBP lain berinisial R, yang menghuni Blok T3 Kamar B8.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap efektivitas sistem pengawasan di dalam lapas. Peran Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) turut menjadi sorotan karena dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan.

 

 

Diminta Kepada Kanwil Ditjenpas Sumut Bapak Yudi Suseno agar segera mengevaluasi KPLP Kelas I Medan Tanjung Gusa R Tarigan karena sudah lalai didalam tupoksi nya sebagai kepala pengamanan lapas.
Padahal, pemberantasan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu fokus pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM guna mencegah lapas menjadi pusat kendali jaringan kejahatan narkotika.

 

Para wbp yang diduga sebagai big bos Narkoba dan Big bos lodes sudah selayaknyanya di pindakan ke Lapas Nusakambangan.

 

Hingga berita ini diturunkan, saat awak media mengkonfirmasi kepada KPLP Kelas I Medan Tanjung Gusta R Tarigan belum ada tanggapan dikarenakan whatsapp nya mati dan dari keterangan resmi dari pihak lapas maupun otoritas terkait belum ada . Publik pun mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh serta tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, baik dari kalangan WBP maupun oknum petugas.

 

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat serta reformasi menyeluruh dalam sistem pemasyarakatan, agar lembaga pembinaan tidak justru menjadi tempat berkembangnya kejahatan terorganisir.(Tim)

Cari data sendiri, Keong !!!.